TAPD ROKAN HULU LAKUKAN PEMBAHASAN PROYEKSI PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2019


Pasir Pengaraian, Pemda Rokan Hulu lakukan rapat pembahasan proyeksi pendapatan tahun 2019, rapat ini dipimpin oleh Setda Rokan Hulu sekaligus sebagai Ketua TAPD Rokan Hulu, yang dihadiri oleh Asisten Kesra dan Ekonomi, Asisten Administrasi dan Umum Kepala Bappeda Rokan Hulu, BPKAD Rokan Hulu, Kepala Badan Pendapatan Daerah serta Kabid dan Kasubbid Bappeda, Selasa (20/2/2018).

Pada proyeksi belanja untuk Tahun 2019 dijelaskan oleh Kabid Anggaran BKPAD Anton Budiman, SE antara lain :

  1. Total Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.504.399.427.998,00 yang terdiri dari:
  2. Belanja Langsung sebesar Rp.180.188.787.470,00 yang terdiri dari: Program semua urusan (termasuk gaji, tenaga teknis, keamanan, kebersihan)

Sementara proyeksi pendapatan Tahun 2019 disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Jonni Muchtar, SE, Ak, M.Si, CA yakni :

  1. Proyeksi pendapatan tahun 2019 adalah sebesar Rp.1.012.917.130.620,29 yang terdiri dari: PAD sebesar Rp.64.036.814.526,29, Dana Perimbangan sebesar Rp.948.880.316.094 yang terdiri dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak dan dana alokasi umum.
  2. Berdasakan data yang diterima dari Bappeda pagu anggaran rutin dan prioritas tahun 2019 yang diusulkan berdasarkan Renstra OPD sebesar Rp.1.384.830.928.000. Untuk itu kita akan melihat realisasi 2017 yaitu sebesar Rp.1.427.066.555.766,49 dan melihat jumlah alokasi belanja langsung dan tidak langsung.
  3. Untuk prediksi alokasi DAU Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu masih memakai anggaran 2018.

 Sementara ketua  TAPD memberikan arahan antara lain :

  1. Tahun 2019 adalah tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016-2021, sehingga target RPJMD pada akhir tahun 2019 diharapkan akan mencapai angka 75 persen. Hal ini perlu diperhatikan oleh masing-masing OPD untuk bekerja sama didalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena hal ini akan menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah pusat dan provinsi.
  2. Didalam menyusun program dan kegiatan Tahun 2019, diharapkan sesuai dengan target-target yang ingin dicapai didalam RPJMD dan sesuai dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku serta memperhatikan hasil evaluasi APBD tahun 2018 yang dilakukan oleh Provinsi.
  3. Selanjutnya didalam menyusun APBD Tahun 2018 nanti yang dimulai dari penyusunan RKPD harus memperhatikan kebijakan dan teknis APBD serta memperhatikan hal-hal khusus yaitu pemenuhan anggaran pendidikan minimal 20 persen, anggaran kesehatan 10 persen, alolasi dana desa sebesar 10 persen dan alokasi belanja modal sebesar 23,5 persen.

Sementara kepala Bappeda mengingatkan kepala Pokja nantinya agar dalam pembahasan bahwa OPD hanya melaksanakan program dan kegiatan berdasarkan tupoksinya saja, Pokja jangan sampai kalah dengan argumentasi OPD terhadap kegiatan yang tidak menyentuh langsung kepada masyarakat, Melakukan seleksi terhadap usulan musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD, Harus bedasarkan prioritas pembangunan tahun 2019 dan fokus kebijakan pembangunan daerah serta Apapun yang diusulkan harus mengacu kepada target-target RPJMD yang telah ditetapkan.

Pada akhir pembahasan beliu menyampaikan Hasil akhir proyeksi pendapatan pada tahun 2019 sebesar Rp.1.012.917.130.620,29 yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp.590.209.852.059,00 dan belanja langsung Rp.422.707.278.561,29 (sudah termasuk multiyears sebesar Rp.91.619.404.470,00). (Mz)